Letupan Efusif
Diposkan oleh eka hermansyah di 21:28
Suatu Hari di Hari Yang sunyi nan indah Dan cerah. Gue sedang Belajar di Kelas Mencari Google Artikel perasaan Yang sangat tenang, Riang, Serta Senang. Di Kelas gue tersebut terdapat beragam Wajah Dan watak Anak-anak Sekolah Yang Baik cantik, ganteng (ehm.. Ehm), pendiam (kayanya ga ada), bawel (BANYAK kalo yg inisial), dll. TAPI Kelas gue inisial tersebut ramai sekali.Tidak BISA Hening sedikit Tiba-Tiba terjadi kegaduhan Yang teramat sangat menusuk fungi. Ya, saling melengkapi kejadian berikut Suami yg, "Letupan Efusif", Yang terjadi di kala Kelas gue Lagi Hening-heningnya. Saat gue sedang asik-asiknya menulis tepatnya Lagi pelajaran PKN tiba-tiba alias Tiba-Tiba
"Pessssssssssssssss ............." bunyi Yang Tak terdengar nyaris ITU pun terdengar Dibuat salat Satu Teman gue Yang Duduk di sebelah manusia ajaib pojok yg memucat. Jelasnya Kata yg bercetak miring adalah pelaku Utama dalam Wacana Kali Suami. Gue Yang Duduk Tak JAUH bahasa Dari merekapun seketika mencium bau Yang teramat sangat Tak sedap Dan seketika ITU juga Teman Yang Duduk di samping saya pun berteriak Mencari Google Artikel Lantang "Bau KENTUUUUUUUUUUUTTTTTTT ...!!" seketika ITU juga Setengah Kelas Yang berada di Barisan manusia ajaib tersebut Langsung beranjak bahasa Dari bangkunya masing-masing menuju Ke depan Kelas. Sang Ibu gurupun bingung Dan bertanya kepada murid-muridnya Yang berduyun-Duyun Maju kedepan Kelas
Ibu guru: (Mencari Google Artikel mimik MUKA bingung) "Loh, ada apa Suami Kenapa kok PADA Maju * Semua!??"
murid-murid: (Mencari Google Artikel rasa loss telah mencium aroma tersebut berkata) "simanusia ajaib !! kentut bu "
murid-murid yg MEDIA NUSANTARA terkena radiasi: (laugh Tak henti-henti melihat ayat Korban Dan Wajah lugu si pelaku)
Ibu guru: (Tiba-Tiba merasakan aroma tersebut Dan seketika menutup kedua Lubang hidungnya)
Kelaspun menjadi geger akibat "Letupan Efusif" tersebut. Radiasi bahasa Dari letupan tersebut terjadi selama kurang lebih 15 Menit.
Catatan: Aroma tersebut sungguh sangat susah di bayangkan. Mungkin sang pelaku abis Makan ga Bayar Kali. pokonya melebihi telur Busuk! Yang lebih Suami Busuk Kawan-Kawan! wih, semoga aja Bencana tersebut menimpa MEDIA NUSANTARA Kelas gue Lagi kamu. amin.
Letupan efusif adalah letupan Yang letupannya MEDIA NUSANTARA kemiri tetapi dampaknya yang fatal
(Hasil pengamatan Buku geografi gue)
"Pessssssssssssssss ............." bunyi Yang Tak terdengar nyaris ITU pun terdengar Dibuat salat Satu Teman gue Yang Duduk di sebelah manusia ajaib pojok yg memucat. Jelasnya Kata yg bercetak miring adalah pelaku Utama dalam Wacana Kali Suami. Gue Yang Duduk Tak JAUH bahasa Dari merekapun seketika mencium bau Yang teramat sangat Tak sedap Dan seketika ITU juga Teman Yang Duduk di samping saya pun berteriak Mencari Google Artikel Lantang "Bau KENTUUUUUUUUUUUTTTTTTT ...!!" seketika ITU juga Setengah Kelas Yang berada di Barisan manusia ajaib tersebut Langsung beranjak bahasa Dari bangkunya masing-masing menuju Ke depan Kelas. Sang Ibu gurupun bingung Dan bertanya kepada murid-muridnya Yang berduyun-Duyun Maju kedepan Kelas
Ibu guru: (Mencari Google Artikel mimik MUKA bingung) "Loh, ada apa Suami Kenapa kok PADA Maju * Semua!??"
murid-murid: (Mencari Google Artikel rasa loss telah mencium aroma tersebut berkata) "simanusia ajaib !! kentut bu "
murid-murid yg MEDIA NUSANTARA terkena radiasi: (laugh Tak henti-henti melihat ayat Korban Dan Wajah lugu si pelaku)
Ibu guru: (Tiba-Tiba merasakan aroma tersebut Dan seketika menutup kedua Lubang hidungnya)
Kelaspun menjadi geger akibat "Letupan Efusif" tersebut. Radiasi bahasa Dari letupan tersebut terjadi selama kurang lebih 15 Menit.
Catatan: Aroma tersebut sungguh sangat susah di bayangkan. Mungkin sang pelaku abis Makan ga Bayar Kali. pokonya melebihi telur Busuk! Yang lebih Suami Busuk Kawan-Kawan! wih, semoga aja Bencana tersebut menimpa MEDIA NUSANTARA Kelas gue Lagi kamu. amin.
Letupan efusif adalah letupan Yang letupannya MEDIA NUSANTARA kemiri tetapi dampaknya yang fatal
(Hasil pengamatan Buku geografi gue)


0 komentar:
Posting Komentar